Selama
service learning ini, kami baru melakukan evaluasi kesanan sebanyak 2 kali,
yaitu ke perpustakaan dan ke kepala sekolahnya. Sewaktu kami ke perpustakaan
disana saya lihat perpustakaannya rapi, tapi buku-bukunya tidak rapi. Rak-rak
nya tidak ada label, orang bisa bingung mencari buku kalau seperti itu. Dan
mungkin karena masih perpustakaan sekolah yang kecil, maka mungkin dipikirnya
tidak perlu pakai papan nama di rak. Tapi kalau seperti itu, pengguna yang mau
mencari koleksi buku juga bisa bingung, dan harus mencari satu-persatu jika
belum familiar dengan perpustakaan itu. Lalu disitu juga ada beberapa unit
komputer, tapi katanya belum pernah dipakai. Sungguh sayang sekali, karena
sudah dibeli tetapi tidak dimanfaatkan. Padahal kalau bisa dimanfaatkan segera,
justru bagus dan dapat mendukung siswa-siswi nya yang jurusan seni, dan bisa
memakai komputernya untuk desain atau mencari referensi-referensi buku.
Melihat
hal itu, saya jadi ingin memperbaiki perpustakaan mereka agar jadi seperti
perpustakaan kami di UK Petra, dimana saya bisa suka berada di perpustakaan dan
menjadi rumah kedua di kampus. Perpustakaan bisa menjadi menyenangkan jika kita
tahu cara menggunakannya yang benar dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada.
Lebih menyenangkan lagi kalau kita bisa terlibat memberikan sesuatu bagi
perpustakaan.
Di
kuliah SIP ini saya jadi tahu ternyata kita bisa terlibat langsung pada proses
perpustakaan, meskipun kita sebagai pengguna tidak tahu secara langsung, tapi
dengan adanya web 2.0, kita bisa terlibat dalam proses berkembangnya
perpustakaan. Kita juga jadi bisa memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi
kebutuhan kita yang sebelumnya tidak disediakan. Hal inilah yang ingin saya
coba wujudkan untuk perpustakaan SMKN 11 agar perpustakaan mereka bisa
selangkah lebih maju seperti perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi dan
dapat mendukung siswa-siswi mereka sepenuhnya dalam bakat dan minat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar