Rabu, 25 April 2012

Service Learning Experience - Part 1

Jadi, kami melakukan Service Learning kami yang pertama pada hari Selasa tanggal 24 April kemarin, sesuai dengan rencana kami. Setelah sampai disana (SMKN 11 Surabaya), kami pergi ke kantor TU dulu dan dari sana kami diantarkan ke Perpustakaannya, dan ternyata Bu Ani sedang cuti, jadi kami dibimbing oleh bu (lupa namanya :P) disana untuk melakukan kegiatan SL kami. Kami disambut hangat oleh para guru dan staff di sekolah itu. Karena kami berencana untuk mulai mempelajari program software SIP yang sudah dimiliki dan membantu mengolah bukunya yang sudah lama tidak diolah, jadi kami membutuhkan bantuan ibunya :D

Kami membagi menjadi 2 kelompok, untuk mengerjakan modul software dan untuk mengolah buku. Saya sendiri mengambil bagian mengerjakan modul software bersama Tjin. Ternyata software yang dimiliki Perpustakaan itu adalah software yang dibeli (bentuk CD), namanya Senayan SIP Software, dan menurut saya, softwarenya sudah cukup lengkap dan mampu mendukung SIP untuk sistem pengolahan informasi perpustakaan dari yang simpel sampai yang cukup kompleks. Software itu sudah memiliki beberapa modul untuk mengolah buku dan mencetak label nomor induk (barcode) dan call number, although perpustakaan ini belum memanfaatkan program itu secara maksimal (fitur print tidak digunakan), dan ada pula modul untuk manajemen sirkulasi (sampai warning untuk buku-buku yang terlambat), bisa melakukan reservasi (walaupun buku bisa dipinjam orang lain jika buku itu sudah direservasi org yang lain dan tidak ada batas untuk jumlah buku yang bisa direservasi). Software itu juga memiliki modul user dimana admin bisa mengatur dan manajemen hak akses user dan peraturan-peraturan peminjaman oleh tipe user yang berbeda-beda, dan juga laporan (report) untuk history peminjaman dan pendapatan dari denda.

Software itu juga sudah mempunyai katalog online.
Tetapi kami hanya akan membahas bagian pengolahan yang diperlukan oleh Pustakawan seperti modul pengolahan dan sirkulasi.
Awalnya agak sulit bagi kami untuk mempelajari software itu karena bisa dibilang cukup kompleks dan membingungkan jika dibandingkan dengan software SIP yang dimiliki UK Petra. Tetapi kami mencoba untuk melakukan simulasi penggunaan modul pengolahan dan sirkulasi untuk mengerti apa yang dapat dilakukan program tersebut, dan ternyata kami bisa, dan kami mulai men-capture tampilan software dan berencana untuk mulai membuat modulnya minggu depan pada jadwal SL selanjutnya, karena 3 jam sudah habis untuk kami mempelajari softwarenya... (Tidak disangka :D)

Itulah pengalaman SL kami yang pertama di SMK 11 Surabaya :D

Rabu, 04 April 2012

Refleksi Individu (Mid Term)


Selama service learning ini, kami baru melakukan evaluasi kesanan sebanyak 2 kali, yaitu ke perpustakaan dan ke kepala sekolahnya. Sewaktu kami ke perpustakaan disana saya lihat perpustakaannya rapi, tapi buku-bukunya tidak rapi. Rak-rak nya tidak ada label, orang bisa bingung mencari buku kalau seperti itu. Dan mungkin karena masih perpustakaan sekolah yang kecil, maka mungkin dipikirnya tidak perlu pakai papan nama di rak. Tapi kalau seperti itu, pengguna yang mau mencari koleksi buku juga bisa bingung, dan harus mencari satu-persatu jika belum familiar dengan perpustakaan itu. Lalu disitu juga ada beberapa unit komputer, tapi katanya belum pernah dipakai. Sungguh sayang sekali, karena sudah dibeli tetapi tidak dimanfaatkan. Padahal kalau bisa dimanfaatkan segera, justru bagus dan dapat mendukung siswa-siswi nya yang jurusan seni, dan bisa memakai komputernya untuk desain atau mencari referensi-referensi buku.
Melihat hal itu, saya jadi ingin memperbaiki perpustakaan mereka agar jadi seperti perpustakaan kami di UK Petra, dimana saya bisa suka berada di perpustakaan dan menjadi rumah kedua di kampus. Perpustakaan bisa menjadi menyenangkan jika kita tahu cara menggunakannya yang benar dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada. Lebih menyenangkan lagi kalau kita bisa terlibat memberikan sesuatu bagi perpustakaan.
Di kuliah SIP ini saya jadi tahu ternyata kita bisa terlibat langsung pada proses perpustakaan, meskipun kita sebagai pengguna tidak tahu secara langsung, tapi dengan adanya web 2.0, kita bisa terlibat dalam proses berkembangnya perpustakaan. Kita juga jadi bisa memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan kita yang sebelumnya tidak disediakan. Hal inilah yang ingin saya coba wujudkan untuk perpustakaan SMKN 11 agar perpustakaan mereka bisa selangkah lebih maju seperti perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi dan dapat mendukung siswa-siswi mereka sepenuhnya dalam bakat dan minat.